[email protected] Jl. Ganggawa no.3 Parepare Login

BERHENTI MEROKOK CARA HARVARD,…………..

BERHENTI MEROKOK CARA HARVARD,…………..

Penulis: Hasnawati.SKM, Editor: Hasnawati.SKM

Laporan Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) berjudul The Tobacco Control Atlas, Indonesia merupakan Negara dengan jumlah perokok terbanyak di Asean, yakni 65,19 juta orang. Angka tersebut serata 34% dari total penduduk Indonesia adalah perokok pada tahun 2016

Daftar panjang penyakit  yang terkait dengan rokok, penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke, emfisema, bronkitis, dan asma, paru-paru dan jenis kanker lainnya, kerusakan gigi, pelapukan kulit, memiliki bayi berat lahir rendah diabetes dan kerusakan mata (termasuk katarak dan degenerasi makula).

Oke, semua orang tahu merokok itu buruk untuk perokok maupun perokok passif, rokok penyebab nomor satu kematian didunia penyebab langsung penyakit paru-paru dan jantung serta kanker … dan lain-lain.

Sebenarnya bahaya rokok sudah tidak membutuhkan lagi penjelasan panjang lebar untuk membuat perokok untuk berhenti konsumsi rokok. Tidak ada yang lain yang bisa perokok lakukan.  Intinya adalah, jika Anda merokok, Anda harus berusaha keras untuk berhenti titik. Dan jika Anda tidak merokok/belum mencoba merokok jangan mulai !!!!!!!

mari kita langsung pada intinya, berhenti merokok itu sulit. Dan Apa yang bisa dilakukan orang untuk berhenti?

Nancy Rigotti, MD adalah direktur Pusat Penelitian dan Perawatan Tembakau Rumah Sakit Umum Massachusetts. Dia telah banyak meneliti nikotin dan tembakau, mengevaluasi kebijakan publik tentang tembakau, berkontribusi pada US Surgeon General’s Reports, dan menulis pedoman klinis tentang penghentian merokok.

Lanjut dr.Rigotti “Tidak pernah ada kata terlambat untuk untuk berhenti atau terlalu dini untuk berhenti,” ia menekankan. Penelitiannya menunjukkan bahwa orang yang berhenti merokok setelah usia 65 tahun dapat menikmati rentang hidup yang lebih lama dan lebih sehat.

Ada dua pendekatan yang terbaik untuk berhenti merokok:

Pertama strategi perilaku dapat membantu berhenti merokok, dan juga obat-obatan, terapi obat-obatan ini masih sangat mahal dan secara kita ketahui pecandu rokok terbanyak berasal dari kalangan orang menengah kebawa , tetapi yang terbaik adalah kombinasi perubahan perilaku dan juga terapi obat-obatan.

Strategi perilaku dapat mencakup konseling yang disediakan oleh layanan kesehatan UPTD puskesmas yaitu klinik UBM (upaya berhenti merokok) dan yang tak kalah penting adalah dukungan sosial.

Jika seorang perokok mengalami kendala psikologis saat berusaha berhenti merokok seperti depresi, kegelisah, stres, atau gangguan penggunaan nikotin  lainnya, untuk mengatasi masalah-masalah diatas  sejauh ini yang cenderung berhasil lanjut Nancy yaitu  hipnosis atau akupunktur, dan juga dukungan keluarga teman-teman dan lingkungan.

Pendekatan lainya Obat-obatan yang dapat membantu orang berhenti merokok termasuk terapi penggantian nikotin dan obat oral varenicline (Chantix) dan bupropion (Zyban, Wellbutrin). Masing-masing direkomendasikan selama sekitar 12 minggu

Bupropion Suplemen Obat/Vitamin Berhenti Merokok Depresi Mood Zyban harga perbotolnya masih sangat mahal, di sebuah toko daring (online) tokoped*a masih dibadrol seharga Rp.398.300 per botolnya.

Atau dengan menggunakan permen karet dan tablet hisap sebagai penggati rokok. Untuk permen karet nikotin, seseorang yang merokok lebih dari 25 batang per hari harus menggunakan dosis 4 mg per hari. Mereka yang merokok kurang dari itu harus menggunakan dosis 2 mg per hari. Kunyah satu potong permen karet setiap kali ada keinginan untuk merokok (hingga 24 potong permen karet per hari) terapi ini bisa lakukan setidaknya selama enam minggu

Untuk hasil terbaik, Dr. Rigotti  merekomendasikan metode “kunyah dan tempel”: “Kunyah permen karet sampai rasa nikotin muncul, kemudian” tempelkan “permen karet di antara gigi dan pipi bagian dalam sampai rasanya hilang, kemudian kunyah lagi beberapa kali  untuk melepaskan lebih banyak nikotin. Ulangi ini selama 30 menit, lalu buang permen karetnya, karena pada saat itu semua nikotin telah dilepaskan

Referensi : https://mail.google.com/mail/u/0/?tab=rm&ogbl#search/harvard/FMfcgxwGCtDMjVBBvLczGNvQmDTsVzDr