[email protected] Jl. Ganggawa no.3 Parepare Login

BERANTAS SARANG NYAMUK SEMINGGU SEKALI

BERANTAS SARANG NYAMUK SEMINGGU SEKALI

(Sumber: Kementerian Kesehatan)

Penyebaran demam berdarah dengue (DBD) tidak hanya dari lingkungan luar, tetapi justru bisa terjadi di dalam rumah. Ada cara untuk pencegahan DBD yaitu dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) setiap seminggu satu kali.

Adapun beberapa cara PSN yaitu periksa wadah atau tanaman yang bisa menampung air (vas bunga, tempat minum burung, wadah dispenser), memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar dan gotong royong membersihkan lingkungan, menutup lubang pada pohon maupun pagar.

Selanjutnya, satu rumah juru pemantau jentik (jumatik), mensosialisasaikan dan menggerakkan anggota keluarga umtuk melakukan PSN 3M-plus (menguras bak mandi, drum, kolam, dan lainnya, menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas).

Lalu memeriksa tempat perindukan nyamuk di lingkungan rumah, mengisi kartu pemeriksaan jentik, memberikan larvasida pada tempat penampungan air yang susah dikuras, serta memeriksa dan memberantas tempat perindukan nyamuk di lingkungan rumah.

Memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, serta memakai lotion anti nyamuk. Tidak membiasakan menggantung pakaian karena menjadi tempat persembunyian nyamuk demam berdarah dan nyamuk menyukai aroma keringat manusia.

Menanam tanaman pengusir nyamuk juga dianjurkan untuk pencegahan dbd, jenis tanamannya yaitu zodia, selasih, marigolo, kecombrang, geranium, serai, suren, lavender, serai wangi, rosemary. Keuntungannya selain mengusir nyamuk juga menghindari gigitan nyamuk, halaman rumah depan menjadi indah, dan udara menjadi segar.

Cara lainnya yaitu dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk yang jenisnya cere, nila merah, ikan mas, kepala timah, ikan cetul. Ikan cupang adalah predator alami yang baik untuk memberantas jentik dan tidak membuat amis.

Selain menjadi hiasan, ikan-ikan tersebut juga menyantap habis kutu air, membantu membersihkan kotoran yang menempel di bak, dan memutus siklus perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. (Sumber: Kementerian Kesehatan)